Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Pringsewu melakukan kunjungan lapangan ke BUMDes Artha Mulia Pekon Waluyojati untuk mengecek kesiapan program ketahanan pangan tematik perikanan, Jumat (27/11/2025). Kunjungan ini diikuti oleh tiga anggota TPP, yaitu Yuli Rahmawati, Mursalin, dan Nurul Hilal. Mereka didampingi langsung oleh Ketua BUMDes, Bayu Hidayat, serta Kepala Kewilayahan, Wahyu.
BUMDes Artha Mulia tahun ini mengembangkan program ketahanan pangan yang berfokus pada budidaya ikan lele. Program tersebut menjadi salah satu strategi ekonomi pekon untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Tahap awal yang kini tengah digarap adalah persiapan lahan kolam yang rencananya akan menjadi pusat budidaya.
Dalam kunjungan tersebut, TPP meninjau langsung lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan kolam lele. Yuli Rahmawati menjelaskan bahwa pendampingan ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kelayakan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program bukan hanya pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada manajemen dan kesiapan teknis pengelolaan usaha.
“Lahan ini punya potensi besar. Tapi kami perlu memastikan semuanya matang, baik dari sisi teknis, maupun kesiapan pengelolanya,” ujar Yuli Rahmawati.
Bayu Hidayat, Ketua BUMDes, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rencana usaha secara bertahap. Menurutnya, program perikanan merupakan peluang yang menjanjikan karena memiliki pasar yang stabil dan dapat melibatkan banyak warga dalam proses produksinya.
Sementara itu, Wahyu selaku Kepala Kewilayahan memaparkan beberapa kebutuhan teknis yang masih harus dipenuhi, seperti sistem pengairan, kapasitas kolam, dan pengadaan benih. Ia optimistis pembangunan kolam akan selesai dalam waktu dekat.
Dari hasil peninjauan, TPP memberikan sejumlah rekomendasi, termasuk penyusunan SOP budidaya, perencanaan keuangan yang lebih detail, serta penguatan tata kelola usaha. Tim juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar program dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi warga.
Program perikanan lele BUMDes Artha Mulia diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi pekon berbasis ketahanan pangan. Jika dikelola dengan baik, usaha ini bukan hanya menambah pendapatan desa, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan suplai pangan lokal.
Kunjungan ini menegaskan komitmen TPP Kecamatan Pringsewu untuk memastikan setiap program pemberdayaan desa berjalan terarah. Dengan persiapan yang lebih matang, BUMDes Artha Mulia optimistis mampu menjalankan usaha perikanan secara berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Pekon Waluyojati.(*)