SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI MEDIA PUBLIKASI TPP KECAMATAN PRINGSEWU, KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG

BERANDA

12 AKSI

12 AKSI

Wednesday, January 14, 2026

Pemkab Pringsewu Gelar Apel Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026


PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menggelar apel peringatan Hari Desa Nasional 2026. Apel yang digelar di lapangan Pemkab Pringsewu, pada Kamis (15/1/2026), dengan pembina apel Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan pemimpin apel Kapekon Pandansari Selatan Puryanto ini dihadiri Ketua DPRD Pringsewu yang diwakili Sudiyono, S.Kom., M.Pd., Sekretaris Daerah Ir.M.Andi Purwanto, S.T., M.T., Ketua TP-PKK Ny.Rahayu Riyanto dan Ketua DWP Ny.Nisma Andi, Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Pringsewu, Muhammad Nasir beserta seluruh PD dan PLD, Kepala BPJS Ketenagakerjaan beserta jajaran pemerintah daerah dan camat, diikuti para kepala pekon beserta perangkat, BHP dan TP PKK pekon se-Kabupaten Pringsewu.

Dalam amanat berbahasa Lampung, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan penetapan Hari Desa pada setiap 15 Januari berdasarkan Keputusan Presiden No.23 Tahun 2024 merupakan momentum penting untuk menegaskan lagi Desa atau di Kabupaten Pringsewu disebut Pekon sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Pekon bukan sekadar wilayah administratif, tetapi merupakan ruang hidup masyarakat, pusat budaya, sekaligus penggerak ekonomi nasional dalam lingkup terkecil di suatu kabupaten. Peringatan Hari Desa Nasional bertujuan sebagai pengingat atas perubahan penting arah pembangunan nasional.

“Peringatan Hari Desa Nasional tahun hinji ngusung tema ‘Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia-Bangun Desa untuk Indonesia Emas Tahun 2045’, ngecerminko komitmen khik harapan bahwa kemajuan Indonesia dacok dicapai ki desa di seluruh nusantara tumbuh maju, mandiri, khik sejahtera. Ngebangun Indonesia khetini ngebangun anjak pekon atau desa sebagai garda terdepan. (Peringatan Hari Desa Nasional tahun ini mengusung tema ‘Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia-Bangun Desa untuk Indonesia Emas Tahun 2045’, mencerminkan komitmen dan harapan bahwa kemajuan Indonesia dapat dicapai jika Desa di seluruh nusantara tumbuh maju, mandiri, dan sejahtera. Membangun Indonesia artinya membangun dari pekon atau desa sebagai garda terdepan),” ucapnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Pringsewu, Muhammad Nasir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas pelaksanaan upacara peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang digelar di lingkungan Pemkab Pringsewu dan dipimpin langsung oleh Bupati Pringsewu.

Peringatan Hari Desa Nasional ini merupakan momentum strategis untuk menegaskan kembali posisi desa atau pekon sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Apa yang disampaikan Bupati Pringsewu dalam amanat upacara mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menempatkan pekon sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

"Bagi kami di TPP P3MD, peringatan ini menjadi penguat semangat pendampingan desa, agar tata kelola pemerintahan pekon semakin baik, perencanaan pembangunan semakin partisipatif, serta pemanfaatan Dana Desa semakin tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Korkab TPP P3MD Pringsewu.

TPP P3MD Pringsewu siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, para camat, kapekon, dan seluruh pemangku kepentingan desa untuk mewujudkan pekon-pekonn yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

---

Tuesday, December 30, 2025

Belajar di Bawah Rintik Hujan: Kisah Pendampingan BUMDes di Podomoro


PRINGSEWU — Pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sering kali identik dengan laporan, angka, dan administrasi. Namun, bagi Yuli Rahmawati, pendamping desa di Kecamatan Pringsewu, tugas itu kerap membawanya pada cerita-cerita kecil yang justru menyimpan makna besar.

Hari itu, Yuli memenuhi undangan pendampingan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMDes di pekon Podomoro Kecamatan Pringsewu. Salah satu materi yang dipraktikkan adalah penggunaan aplikasi pelaporan yang dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Kegiatan berjalan sebagaimana mestinya, hingga satu unit usaha tak tampak hadir.

Dari tiga unit BUMDes, Unit Ketapang belum terlihat. Saat ditanyakan, jawaban yang diterima sederhana: pengelolanya sedang panen bawang merah. Bagi warga desa, panen bukan sekadar pekerjaan, melainkan waktu penting yang tak bisa ditunda.

Usai pendampingan, Yuli memilih mendatangi lokasi panen. Di sana, ia bertemu dengan pengelola Unit Ketapang, Pak Yuli, bersama Ketua RT setempat. Lahan ketapang yang dikelola BUMDes merupakan lahan sewaan milik mereka, dan keduanya juga merupakan petani bawang merah. Peran ganda sebagai pengelola usaha desa dan petani menjadi potret keseharian yang jamak ditemui.

Percakapan ringan mengalir di tengah aktivitas panen. Namun suasana berubah ketika hujan rintik mulai turun. Tak lama, hujan semakin deras. Para petani menghentikan aktivitasnya dan berteduh di sebuah gubuk kecil di tepi lahan.

Di ruang sempit itu, lelah dan basah tak menghalangi tawa. Candaan sederhana mengisi waktu sambil menunggu hujan reda. Momen kebersamaan itu menjadi gambaran nyata tentang ketangguhan warga desa dalam menjalani hidup yang erat dengan alam.

Bagi Yuli, pendampingan di desa bukan semata soal administrasi dan pelaporan. Di balik setiap LPJ, ada kerja keras, ada cuaca yang tak menentu, dan ada manusia-manusia yang terus berjuang agar roda ekonomi desa tetap berputar meski harus berhenti sejenak, berteduh di bawah hujan.(*)

Friday, November 28, 2025

TPP Kecamatan Pringsewu Tinjau Kesiapan Lahan Kolam Lele BUMDes Artha Mulia Waluyojati


Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Pringsewu melakukan kunjungan lapangan ke BUMDes Artha Mulia Pekon Waluyojati untuk mengecek kesiapan program ketahanan pangan tematik perikanan, Jumat (27/11/2025). Kunjungan ini diikuti oleh tiga anggota TPP, yaitu Yuli Rahmawati, Mursalin, dan Nurul Hilal. Mereka didampingi langsung oleh Ketua BUMDes, Bayu Hidayat, serta Kepala Kewilayahan, Wahyu.

BUMDes Artha Mulia tahun ini mengembangkan program ketahanan pangan yang berfokus pada budidaya ikan lele. Program tersebut menjadi salah satu strategi ekonomi pekon untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Tahap awal yang kini tengah digarap adalah persiapan lahan kolam yang rencananya akan menjadi pusat budidaya.

Dalam kunjungan tersebut, TPP meninjau langsung lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan kolam lele. Yuli Rahmawati menjelaskan bahwa pendampingan ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kelayakan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program bukan hanya pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada manajemen dan kesiapan teknis pengelolaan usaha.

“Lahan ini punya potensi besar. Tapi kami perlu memastikan semuanya matang, baik dari sisi teknis, maupun kesiapan pengelolanya,” ujar Yuli Rahmawati.

Bayu Hidayat, Ketua BUMDes, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rencana usaha secara bertahap. Menurutnya, program perikanan merupakan peluang yang menjanjikan karena memiliki pasar yang stabil dan dapat melibatkan banyak warga dalam proses produksinya.

Sementara itu, Wahyu selaku Kepala Kewilayahan memaparkan beberapa kebutuhan teknis yang masih harus dipenuhi, seperti sistem pengairan, kapasitas kolam, dan pengadaan benih. Ia optimistis pembangunan kolam akan selesai dalam waktu dekat.

Dari hasil peninjauan, TPP memberikan sejumlah rekomendasi, termasuk penyusunan SOP budidaya, perencanaan keuangan yang lebih detail, serta penguatan tata kelola usaha. Tim juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar program dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi warga.

Program perikanan lele BUMDes Artha Mulia diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi pekon berbasis ketahanan pangan. Jika dikelola dengan baik, usaha ini bukan hanya menambah pendapatan desa, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan suplai pangan lokal.

Kunjungan ini menegaskan komitmen TPP Kecamatan Pringsewu untuk memastikan setiap program pemberdayaan desa berjalan terarah. Dengan persiapan yang lebih matang, BUMDes Artha Mulia optimistis mampu menjalankan usaha perikanan secara berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Pekon Waluyojati.(*)

Wednesday, November 19, 2025

Waluyojati Gelar Musyawarah Pembangunan: Bahas RKPDes, Evaluasi Program, dan Susun Prioritas 2026


Pringsewu - Pemerintah Pekon Waluyojati menggelar musyawarah pembangunan yang melibatkan unsur pemerintahan pekon, pendamping desa, serta perwakilan pemerintah kecamatan. Agenda yang dipusatkan di balai pekon ini dipimpin langsung oleh Kepala Pekon Waluyojati, Gunawan, dan turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Pringsewu Ibnu Hartoyo, S.Kep., M.M, Rabu, (19/11/2025).

Musyawarah tersebut difokuskan pada pembahasan rencana pembangunan tahun anggaran mendatang sekaligus mengevaluasi program yang telah berjalan sepanjang tahun ini. Gunawan menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam perumusan arah pembangunan pekon.

“Kami ingin pembangunan di Pekon Waluyojati benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Musyawarah ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan menyusun prioritas bersama,” ujar Gunawan.

Sekretaris Kecamatan Pringsewu mengapresiasi terbentuknya komunikasi terbuka antara pemerintah pekon, kecamatan, dan pendamping desa. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas unsur demi mewujudkan pembangunan yang konsisten dan berkelanjutan.

Pendamping desa juga memberikan arahan teknis terkait penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) serta tata kelola Dana Desa agar selaras dengan regulasi terbaru.

Diskusi berlangsung dinamis. Beberapa usulan prioritas yang mengemuka antara lain perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, penguatan UMKM, dan program pemberdayaan pemuda.

Dengan semangat kolaboratif yang tercermin dari musyawarah ini, Pemerintah Pekon Waluyojati optimistis dapat memperkuat langkah menuju pekon yang mandiri, maju, dan sejahtera.(*)

Saturday, October 25, 2025

Program Ketahanan Pangan di Pekon Podomoro Mulai Direalisasikan Melalui Penanaman Bawang Merah


PRINGSEWU — Program ketahanan pangan di Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu mulai direalisasikan. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Rahayu Podomoro, pemerintah pekon menjalankan kegiatan penanaman bawang merah sebagai bagian dari implementasi program tematik ketahanan pangan desa tahun ini.

Pendamping Desa Kecamatan Pringsewu, Yuli Rahmawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pekon dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dalam mengimplementasikan Keputusan Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 3 Tahun 2025 mendorong penggunaan Dana Desa dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan agar tercipta swasembada pangan di pekon.

“Bumdes Pekon Podomoro melalui unit usahanya telah melakukan penanaman bawang merah sebagai langkah awal pelaksanaan program ketahanan pangan. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu meningkatkan pendapatan asli pekon dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Menurut Yuli, penanaman bawang merah dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh bagi pekon lain dalam memanfaatkan dana desa untuk program yang produktif dan berorientasi hasil.

Pemerintah Pekon Podomoro bersama BUMDes berkomitmen melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap proses penanaman hingga panen, agar hasil yang diperoleh optimal. Dengan langkah ini, diharapkan Pekon Podomoro dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam pengembangan program ketahanan pangan di Kabupaten Pringsewu.(*)

Thursday, October 23, 2025

TPP P3MD Pringsewu Gelar Pelatihan Pembuatan Website Sebagai Sarana Informasi Pendampingan


PRINGSEWU – Tim Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Internal Study Training (IST) tentang pembuatan website, Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan TPP dalam mengelola informasi kegiatan pendampingan serta menyampaikan progres kerja secara terbuka kepada publik.

Kegiatan yang berlangsung di kantor TPP Kabupaten Pringsewu tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Singgih, bersama Rafael Monalisa dan Rosyidah. Selain itu, para Koordinator Kecamatan dari seluruh wilayah di Kabupaten Pringsewu juga turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam pelatihan tersebut.

Menurut Singgih, pelaksanaan IST ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem informasi pendampingan di tingkat kabupaten dan kecamatan.
“Tujuan dari IST ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada seluruh TPP agar mampu menginformasikan kegiatan pendampingan secara digital melalui website,” ujar Singgih.

Ia menjelaskan, ke depan website tersebut akan menjadi pusat informasi resmi bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai kegiatan dan progres pendampingan yang dilakukan oleh TPP. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut memantau dan menilai sejauh mana pelaksanaan program pemberdayaan berjalan di lapangan.

Melalui pelatihan ini, TPP P3MD Pringsewu berharap seluruh tenaga pendamping di kabupaten tersebut dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pembangunan pekon.(*)

Pekon Waluyojati Adakan Posyandu

Pringsewu - Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti balai pekon Waluyojati pagi ini saat kegiatan Posyandu rutin kembali digelar setiap awal bulan. Kegiatan yang berlangsung setiap bulan ini menjadi momen penting bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak, untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar secara gratis dan mudah dijangkau.

Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan ibu bersama balita mereka telah memadati lokasi kegiatan. Para kader Posyandu yang mengenakan seragam khas tampak sigap melayani pemeriksaan berat badan, tinggi badan, imunisasi, serta konsultasi gizi dan tumbuh kembang anak. Petugas kesehatan dari Puskesmas setempat juga turut hadir memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya Posyandu ini. Anak saya bisa dipantau kesehatannya secara rutin, dan saya juga mendapat banyak informasi tentang pola asuh yang sehat,”ujar Siti Aminah, salah satu warga yang hadir, Selasa 02/09/2025)

Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi ibu hamil dan menyusui. Mereka mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, pemberian vitamin, serta informasi tentang persiapan persalinan dan ASI eksklusif. Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari aparatur desa, Posyandu di Pekon Waluyojati terus menunjukkan peran vitalnya dalam menjaga kesehatan generasi masa depan. Pemerintah desa berharap kegiatan ini dapat terus ditingkatkan, baik dari segi fasilitas maupun partisipasi masyarakat.

Pemkab Pringsewu Gelar Apel Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menggelar apel peringatan Hari Desa Nasional 2026. Apel yang digel...